SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS AGENPOS INDONESIA WILAYAH SUMATERA SELATAN

Rabu, 07 Februari 2018

Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis Usaha Agenpos (PPOB)


Kali ini bisnis2000.com akan membahas Penyebab kegagalan dalam Bisnis / Usaha Agenpos (PPOB) dengan harapan bisa berbagi kepada masyarakat yang berminat untuk menjalankan bisnis ini mengetahui penyebab kegagalan dan dapat mengantisipasinya, sehingga sukses menjalani bisnis tersebut.
Bisnis Agenpos adalah bisnis keagenan yang dijalankan oleh PT Pos Indonesia (Persero), untuk mengembangkan usahanya salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan ber plat merah tersebut adalah mengembangkan sistem keagenan, baik dalam bisnis Jasa Keuangan maupun dalam bisnis pengiriman surat dan logistik.
Dilain pihak, perbankan dan provider lain juga mengembangkan bisnis yang sama yaitu biasa di sebut sebagai PPOB yaitu singkatan dari Payment Point Online Bank, sistem keagenan jasa atau produk bank atau provider.
Kedua sistem bisnis ini sangat diminati oleh masyarakat, tentu saja ini karena potensi keuntungan yang akan diperoleh cukup besar, produk yang dilayani banyak jenisnya dan tentu saja bisa menjadi bisnis pelengkap bagi agen tersebut.
Mau mendapatkan untung besar lewat bisnis keagenan baca : Rahasia Mendapatkan Rp 10 Juta Rupiah Per Bulan Dari Bisnis Agenpos
Namun dalam prakteknya tidak sedikit pelaku usaha Agenpos / PPOB mengalami kegagalan menjalankan bisnisnya, banyak faktor penyebab kegagalan tersebut, bisa ditinjau dari beberapa hal. Berikut Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis / Usaha Agenpos (PPOB) :

1. Lokasi Tempat Usaha Kurang Strategis
Lokasi tempat usaha sangat menentukan berhasil atau tidaknya usaha keagenan / PPOB, ini disebabkan pelanggan akan mencari tempat mudah dijangkau, ada tempat parkirnya, mempunyai atribut yang jelas dan aman. Sering agen menggunakan kedai atau ruko-ruko kecil sehingga tampil kurang menyakinkan.
Mari kita rinci lagi tentang tempat usaha yang kurang strategis ini :
a. Lokasi Di Perumahan ELIT, hindari hal ini, karena dalam satu lingkungan hanya terdapat rumah-rumah elit yang jumlah tagihannya relatif besar,  sementara yang bayar sedikit, bagi bisnis berbasis fee seperti keagenan ini sangat tidak menguntungkan.
b. Lokasi di PERTOKOAN, sama seperti di rumah-rumah elit, di daerah pertokoan ini juga kurang menguntungkan, karena besarnya jumlah tagihan, sedangkan basis fee per transaksi.
c. Fasilitas dan Sarana pendukung di lokasi kurang memadai, Tempat parkir yang sempit, bahkan parkir berbayar juga menjadi penyebab malasnya pelanggan datang ke tempat kita, kurang aman dan nyamannya lokasi, misalnya sering terjadi pencurian, kecopetan.

2. Kurangnya Pemasaran (Pasif Marketing)
Sering pebisnis agenpos atau PPOB tidak melaksanakan marketing yang aktif, mereka hanya berharap pada pelanggan yang datang (walk in customer), padahal jika berharap pelanggan yang datang ini sangat berisiko terhadap kelangsung bisnis keagenan. Pelanggan yang datang bisa jadi hanya datang sekali saja dan tidak datang lagi. Kesetiaan pelanggan untuk datang sangat mudah berubah, hati-hati terhadap pelanggan yang kecewa dengan pelayanan agen. Sekali mereka kecewa maka mereka tidak pernah akan datang lagi. Sangat di takutkan jika mereka membagikan rasa kekecewaannya itu kepada pelanggan yang lain.. maka efek bola salju akan bergulir sehingga semakin banyak orang yang tidak mau datang menggunakan jasa agen.
Pemilik agenpos sering tidak mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan mereka tidak mengajak keluarga atau tetangganya menggunakan layanan yang ada pada agen, seperti pembayaran rekening listrik, tagihan kredit, transfer uang dan jenis pembayaran lainnya.

3. Keterbatasan Modal Deposit
Hampir semua penyedia layanan keagenan menerapkan sistem setor deposit kepada agen-agennya, baik bank ataupun kantorpos mengharuskan agen mereka menyediakan sejumlah uang untuk deposit, kemudian deposit inilah yang digunakan untuk bertransaksi seluruh jasa yang ada di keagenan tersebut.
Kegagalan bisnis agenpos / PPOB sering disebabkan kurangnya jumlah uang yang didepositkan oleh agen. Contoh nyata : seorang pelanggan datang membawa tagihan pembayarna kredit mobil, biasanya jumlahnya cukup besar Rp 2.000.000 sampai dengan Rp 3.000.000, sedangkan jika waktu itu deposit yang tersedia hanya Rp 1.500.000 pada sistem agen, tentu saja tagihan pelanggan tersebut tidak bisa dilayani. Alhasil pelanggan akan balik kanan dan pergi meninggalkan agen.
Kalau hanya pergi saja itu tidak masalah, namun jika pelanggan menginformasikan "kelemahan" agen ini dengan sering kurangnya deposit ke orang lain, lagi-lagi efek bola salju akan bergulir, calon pelanggan lain juga tidak akan mau datang ke tempat agen untuk memakai jasanya.
4. Kurang Memahami Bisnis / Usaha Yang Dijalankan
Semangat saja tidak cukup, agen harus betul-betul memahami bisnis keagenan yang dijalaninya. Mulai dari persiapan perlengkapan dan peralatan, pelayanan yang meliputi cara menjalankan sistem keagenan baik manual maupun komputerisasinya, operasional lain yang menunjang usaha keagenan.
Banyak orang tertarik untuk menjalankan bisnis keagenan karena melihat keuntungan besar yang diperoleh agen lain. Namun mereka tidak tahu usaha cerdas dan kerja keras yang dijalankan oleh agen lain itu sehingga tidak berhasil.
Berbisnis keagenan dituntut memiliki kemampuan dasar komputer dan internet, karena bisnis ini berhubungan dengan berbagai pihak, yaitu provider keagenan (Kantorpos atau Bank), Mitra dari provider (Layanan yang tersedia di bisnis tersebut), Operator Telekomunikasi untuk jaringan internet, Switcher (pihak yang menghubungkan koneksi antar host provider keagenan dengan mitra mereka.
Seringkali terjadi gangguan koneksi, akses database, kerusakan printer, Laptop atau PC, menyebabkan kegagalan pembayaran, dan masalah teknis lainnya. Ini juga harus dipahami oleh agen. Jika tidak inilah yang menjadi penyebab kegagalan dalam bisnisnya.

5. Tidak Memanfaatkan Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi informasi begitu cepatnya, banyak agen tidak memanfaatkan perkembangan ini, bermunculannya media sosial telah merubah gaya hidup, interaksi di media sosial bukan hanya sekedar "say hello" lagi, namun sudah menjadi media bisnis. Agen yang tidak memanfaat media ini akan jauh tertinggal bahkan bisa gagal dalam bisnis Agenpos / PPOB nya.
 
6. Pelayanan Yang Buruk
Banyak agen mengira dia sudah memberikan pelayanan terbaik, namun penilaian sebenarnya bukan dari diri kita, yang menilai kita adalah orang lain / pelanggan. Salah satu indikator pelayanan kita baik adalah berulangnya kembali pelanggan datang untuk menggunakan jasa kita.
Pelayanan yang buruk bisa saja berupa, proses pelayanan di loket, tidak memberikan senyum, kembalian recehan yang tidak diberikan, kasar dari sikap dan perilaku, tidak memberikan solusi namun masalah baru. Contohnya : pelanggan datang membawa paket untuk dikirim, ternyata paket tersebut harus di packing, lalu pelanggan di suruh balik atau keluar lagi dari agen, untuk melakukan packing sendiri. Alangkah bagusnya jika packingnya di lakukan oleh agen sendiri.

Kesimpulan
Banyak hal yang menjadi Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis / Usaha Agenpos (PPOB), enam hal ini diatas merupakan penyebab utama dan harus menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggeluti Bisnis Agenpos atau PPOB. Dengan mengetahuinya bisa menjadi dasar agar menghindari kegagalan yang akan terjadi.

Tidak ada komentar:
Write komentar